Rabu, 06 November 2019

REPRESENTASI PEMBELAJARAN DALAM FILM TAAR ZAMEEN PAR

 REPRESENTASI PEMBELAJARAN DALAM FILM TAAR ZAMEEN PAR
Makna Belajar Dan Kaitan Dengan Cerita Film Taare Zameen Par
Makna belajar sesungguhnya adalah proses memperoleh pengetahuan dan menguasai pengetahuan melalui pengalaman, mengingat, menguasai melalui pengalaman, dan mendapat informasi atau menemukan. Belajar juga merupakan proses mendapat suatu kepandaian yang berarti memiliki, dapat  melaksanakan, mengerti kepada kepandaian yang telah didapat. Berkaiatan dengan film Taare Zameen Par dengan proses belajar yang dilalaui oleh sesoarang murid sekolah dasar yang berumur 8-9 tahun bernama “ Ishaan Awasthi” (Diperankan oleh Darsheet Safary) yang walaupun memiliki hambatan ketika membaca dan memahami sesuatu akan tetapi dia mempunyai ketermpilan dalam bidang seni khususnya seni lukis, dia belajar dengan caranya sendiri, melalui pengalaman-pengalaman yang digambarkan melalui imajinasinya dia dapat belajar.
Arti Penting Dan Faktor Yang Mempengaruhi Proses Belajar Dan Kaitannya Dengan Film Taare Zameen Par
Arti penting proses belajar adalah dapat menerima suatu pengetahuan yang didapatkan melalui pengalaman, mengingat, mendapat atau menenemukan informasi. Adapun faktor yang mempengaruhi proses belajar beberapa diantaranya adalah minat dan motivasi seorang peserta didik. Diakitkan dengan film Taar Zameen Par bagaimana  dalam proses belajarnya Ishaan dia tidak mendapatkan motivasi dari lingkungan belajarnya sehingga mengakibatkan dia mengalami depresi sehingga dia tidak minat dalam proses belajar. Akan tetapi dalam cerita tersebut ketika seorang  guru kesenian sementara  bernama “Ram Shankar Nikumbh”(diperankan oleh Aamir Khan) berhasil mengubah ishaan menjadi berprestasi dalam bidang seni lukis karna ishaan mendapatkan motivasi dari guru tersebut dan memiliki minat dalam belajar.
Analisis Teori Belajar Yang Berhubungan Dan Diterapakan Dalam Film Taare Zameen Par
Teori belajar yang berhubungan dan diterapakan dalam film Taar Zameen Par adalah teori belajar Filosofis. Toeri ini dikemukakan oleh para ahli filsafat. Teori belajar filosofis  dikenal juga dengan teori daya . Disebut demikian karna para filsuf waktu itu percaya bahwa proses belajar dipikirkan secara spekulatif dengan dasar perenunungan-perengungan. Mereka beranaggapan bahwa jiwa manusia memimilki daya-daya seperti daya pengamatan, daya perasaan, daya pikiran, daya ingatan. Hal tersebut digambarkan dalam adegan-adegan ketika Ishaan lebih sering mengamati keadaan yang terjadi di luar kelasnya .
Ciri Khas Perilaku Belajar
Ciri khas perilaku belajar  adalah adanya perubahan tingkah laku yang relative menetap yang diapatkan dari hasil pengalaman, pengamatan,  ingatan, menerima atau mendapat informasi
Kesalahan-kesalahan belajar yang Terjadi dalam Film Taar Zameen Par
Kesalahan belajar yang terjadi dalam film tersebut tergambar ketika bagaimana Ayah Ishaan memaksa Ishaan untuk pintar seperti Kakaknya yang selalu juara dalam setiap mata pelajaran tampa melihat kondisi psikis anaknya, hal itu juga terjadi bagaimana guru-guru Ishaan hamper semua mengatakan bahwa Ishaan ini anak idiot hal ini karna mereka tidak mengetahui kondisi psikologi pesrta didiknya. Ishaan mengalami gangguan belajar yang disebut “disleksia” yaitu gangguan dalam perkembangan baca tulis yang umumnya terjadi pada anak 7 hingga 8 tahun ditandai dengan kesulitan belajar membaca dengan lancar dan kesulitan memahami sesuatu.
Kesalahan yang lain adalah banyaknya kata-kata yang tidak pantas yang seharusnya tidak dikelurkan oleh seorang guru kepada muridnya . Hendaknya kita mengucapkan perkataan yang baik agar murid termotivasi untuk belajar, hal ini sesuai dengan firman Allah dalam QS An- Nisaa’ : 5
            وَقُولُواْلَهُمْ قَولاًمَعْرُفًا (ه)
            Artinya: “… Dan, ucapkanlah kepada mereka kata-kata yang baik. (QS. An-Nisaa:5)

“Hal yang tak mungkin kita ubah adalah masa lalu, biarlah masa lalu menjadi pengalaman dan jadikan pengalaman tersbut sebuah proses belajar untuk menata masa sekarang dan masa yang akan datang”
“Sebuah film tidak hanya dibuat untuk tontonan semata, akan tetapi bagaimana film itu bisa menjadi tuntunan untuk menjalani kehidupan yang nyata”


~ABD.MUNIR~

1 komentar: